Langsung ke konten utama

SEMANGAT AGEN PERDAMAIAN DUNIA



Sadarkah anda bahwa keberagaman itu indah di Dunia?
Sadarkah anda bahwa perdamaian dunia harus diusahakan dan diterapkan?
Lalu apakah ragam perbedaan merupakan permasalahan utama sebagai titik saing berjuang menjunjung ras, budaya, atau agama, dan perbedaan lainnya untuk menonjolkan suatu golongan tertentu? Dan kemudiannya persatuan sebagai hal menyamping karena mengingat bahwa bersaing dan yang menonjol haruslah golongan ini-itu..........

Tumpulnya pemikiran, dan dangkalnya nurani untuk melihat keberagaman hanya sebagai pembatas, dan titik ukur utama sebuah persaingan merupakan salah satu penyebab konflik bahkan peperangan. Ketika mengganggap bahwa 'Agamaku, kita paling benar. Pemimpin di daerah, kawasan, organisasi, negara, bahkan organisasi dunia haruslah dari agama ini. bukan itu'. begitu pula ras, daerah, budaya, dsb. Anggapan dan pemikiran seperti itu adalah contoh dari dangkalnya mengenal dan memahami keberagaman. 

Tapi jika sudah mengenal, lalu masih berpikiran seperti itu? Jangan bilang atau menyebutkan bahwa anda sudah mengenal..!Anda belum mengenal, memahami, dan belum menerima keberagaman yang merupakan keunikan tersebut ! 

FATAL ! Pikirkan dan bayangkan itu ! Apakah yang akan terjadi? Persaingan memicu perang ! Hanya dengan sebuah anggapan di atas. Apa kabar dunia? Apa kabar Indonesia?   

Indonesia adalah negara yang beragam perbedaan. Suku, budaya, agama, bahasa, dan masih banyak keberagaman lainnya yang perlu untuk digali, untuk dipahami, sebagai kebanggaan, identitas Indonesia, dijaga sebagai pelangi perdamaian. Indonesia sudah beragam. Apalagi jika tentang dunia? Pikirkan dan bayangkan itu ! Saudara-saudari pembaca, pasti ada yang belum pernah ke luar negeri. Begitupula saya yang merupakan siswi Kelas Multikultural ini. Berjuta keberagaman di Indonesia, apakah sama dengan di luar sana? Indonesia adalah identitas diri ! Beragam kita adalah kebanggaan! Ketika keluar negeri dan sampai disana, pasti ada perbedaan. Bule saja sudah berbeda. Beda bahasa, dan lainnya. Mengidentitaskan Indonesia. Maka terapkan identitas yang baik dan benar !

Menerapkan...........
Menyedihkan jika menerapkan identitas Indonesia yang masih identik dengan konflik atau peperangan. Baik antar suku, budaya, daerah, organisasi, atau bahkan agama yang katanya ber-Tuhan dan merupakan ajaran baik. Se-Indonesia yang katanya berteriak bersemboyankan Bineka Tunggal Ika... Yang katanya se-Tanah Air... se-Tumpah Darah..... 
Tapi malah MENUMPAHKAN DARAH.......!

Sebuah insani akan bingung siapakah saudaranya.. Sebuah insani menjadi bodoh akan pengaruh ayahnya yang pulang berperang dengan saudara-saudarinya di daerah sebelah..., saudara-saudarinya yang berperang, menumpahkan darah di Rumah. 
Meneteskan darah di tiap butiran tanah, 
berteriak bangga membawa kepala yang telah dipenggal....
Anak kecil menangis histeris melihat ibu bersimpah darah dengan setengah badan yang tergeletak..
Ayah yang melindungi, marah, ikut berperang....dan tak kembali.

Semangat Perdamaiann..!
Sebuah sikap, pemikiran, juga tindakan yang harus diterapkan. Jiwa muda harus dikobarkan dengan nilai-nilai perdamaian !
Keberagaman bukan pembeda ! 
Generasi pemersatu dan perdamaian dunia harus melekat pada diri setiap orang.
Perdamaian adalah tombak pemersatu ditengah keberagaman. ! 
Mengingat pahlawan, pikirkan dan bayangkan...!
Jika bukan kita, bagaimana generasi berikutnya? 
Lebih menyedihkan jika melihat anak cucu berperang lagi.. 
Bahkan saat kita sudah di alam baka..

"Toleransi merupakan hal penting dalam perdamaian. Jika agama, atau identitas lainnya itu baik dan benar, maka buktikan dengan sikap, pemikiran dan tindakan ! Toleransi penting! Toleransi bukan berarti mengalah, melainkan bagaimana kita bisa menerima dan memahami perbedaan atau keberagaman tersebut" Ai Nurhidayat (Ketua Yayasan Darma Bakti Karya)

Pengimplementasian dengan metode yang tepat menjadi usaha semangat multikultural, titik pemersatu. Saya bersyukur menjadi siswi Kelas Multikultural SMK Bakti Karya Parigi. Keberagaman dari Sabang sampai Merauke. Saya dan kawan-kawan ada dalam pelukan hangat perdamaian keberagaman tersebut. Bangga menjadi agen pemersatu dan perdamaian dunia.. 
Salam damai. Tuhan memberkati

#PeaceWorker
#KelasMultikultural
#YoungGeneration
#AyoSekolah








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tindak Pidana Perdagangan Orang di Indonesia

Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) adalah kejahatan yang melibatkan eksploitasi manusia untuk tujuan komersial. Dalam hukum Indonesia, TPPO diatur secara khusus dalam Undang-Undang No. 21 Tahun 2007. Berdasarkan Pasal 1 angka 1 UU tersebut, perdagangan orang adalah tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang, atau memberi bayaran/manfaat sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik di dalam negeri maupun antarnegara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi. Unsur-Unsur TPPO Terdapat tiga unsur utama dalam tindak pidana perdagangan orang: Proses : Meliputi perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang. Cara : Dilakukan dengan ancama...

KAWALELO TIDAK MAJU KARENA KADES DENGAN SUMPAH SAMPAHNYA TAPI MALAH MENGKAMBINGHITAMKAN SOSOK INI? STOP!

Kepada Kepala Desa Kawalelo, jangan ada upaya konyol mengkambinghitamkan warga.  Anda pemimpin yang benar bukan? Atau? Apakah anda tukang tumbalin orang? Anda pemimpin yang beradab bukan? Pada Januari 2022 dan Januari 2023, inisial YAH dan VJ dituduh, disalahkan atas tidak majunya desa Kawalelo selama ini. Awalnya pada Januari 2022 didiamkan dan diabaikan karena terasa terlalu konyol tiba-tiba menyalahkan orang sembarangan tanpa dasar dan tanpa bukti yang jelas, dan seharusnya hanya anak balita yang akan percaya. Rupanya orang yang punya niat aneh memang semakin tidak puas, sehingga mengulangi lagi pada Januari 2023 sambil menuntut sumpah sampah tak berdasar. Tetapi karena tidak berani sendiri, sehingga menghasut masyarakat yang tidak teredukasi dengan baik hingga sempat menimbulkan keresahan bahkan permusuhan. Tak hanya itu, cara yang dipakai juga tidak secara gamblang/langsung. Oknum penghasutan ini mengatasnamakan diri sebagai nenek moyang yang sudah meninggal hampir 20 tahun ya...

Filsafat Ketuhanan sebagai Upaya Pencegahan Radikalisasi dan Terorisme di Tengah Perbedaan Agama di Indonesia

Agama merupakan salah satu sarana spiritual tentang keberadaan Tuhan, bukan organisasi pemufakatan jahat.